Pada tahun 1935, sebuah pondok pesantren di Pulau Nias didirikan oleh seorang ulama terkemuka bernama Sheikh Abdullah Al-Qadri. Pondok pesantren ini kemudian dikenal sebagai Ponpes Nias, tempat dimana dakwah Islam berkembang pesat di wilayah tersebut. Sejak awal berdirinya, Ponpes Nias telah menjadi pusat pendidikan agama dan tempat berkumpulnya para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat sekitar.
Menelusuri jejak dakwah Ponpes Nias dari masa lalu hingga masa kini, kita dapat melihat bagaimana peran pondok pesantren ini sangat vital dalam memperkuat keberagaman agama di Pulau Nias. Sheikh Abdullah Al-Qadri, pendiri Ponpes Nias, merupakan tokoh yang sangat dihormati dan dijadikan panutan oleh para santri dan masyarakat sekitar. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat tekun dalam menyebarkan dakwah Islam dan membangun hubungan yang harmonis antara umat beragama di Nias.
Menurut Ahmad Syafi’i Maarif, seorang cendekiawan Muslim Indonesia, Ponpes Nias memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat jati diri umat Islam di wilayah tersebut. Dalam bukunya yang berjudul “Islam dan Pluralisme”, Ahmad Syafi’i Maarif menekankan pentingnya kerukunan antar umat beragama dan bagaimana Ponpes Nias dapat menjadi contoh dalam mewujudkannya.
Dari sudut pandang sejarah, Ponpes Nias juga telah melahirkan banyak ulama-ulama terkemuka yang kemudian menjadi pemimpin spiritual bagi masyarakat Nias. Mereka terus melanjutkan perjuangan dakwah yang telah dimulai oleh Sheikh Abdullah Al-Qadri dan terus mengajarkan ajaran Islam yang damai dan toleran kepada generasi selanjutnya.
Hingga saat ini, Ponpes Nias tetap eksis dan menjadi pusat pendidikan agama yang sangat dihormati di Pulau Nias. Para santri yang belajar di sana tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga diajarkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat sekitar.
Dengan melihat perjalanan dakwah Ponpes Nias dari masa lalu hingga masa kini, kita dapat belajar banyak tentang bagaimana sebuah pondok pesantren dapat menjadi kekuatan yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Semangat dakwah yang telah ditanamkan oleh Sheikh Abdullah Al-Qadri dan para ulama penerusnya harus terus dijaga dan dilestarikan agar Ponpes Nias tetap menjadi pilar keberagaman agama dan perdamaian di Pulau Nias.